Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

OPEN ENDEEN PROBLEM


A. DEFINISI OPEN ENDED PROBLEM

Menurut (Suherman, 2003), problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar disebut dengan problem tak lengkap atau disebut juga dengan Open Ended Problem.

Open ended problem memiliki tujuan utama yaitu menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Dengan demikian tidak hanya satu metode saja melainkan beberapa atau banyak metode yang dapat digunakan.

Menurut Nohda (Suherman, 2003), tujuan dari pembelajaran open ended problem ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematik siswa melalui problem solving secara simultan.

Dengan kata lain, kegiatan kreatif dan pola pikir matematik siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai kemampuan setiap siswa.

Satu permasalahan open ended dikerjakan dengan menggunakan banyak cara yang benar dan memberikan pengalaman untuk menemukan sesuatu yang baru selama proses pemecahan masalah.

B. PENDEKATAN OPEN ENDED PROBLEM

Pada prinsipnya pendekatan open-ended sama dengan pembelajaran berbasis masalah yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai dengan memberi suatu masalah. Hal ini sesuai dengan pendapat Shimada (1997:1) pendekatan open-ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu. Pendekatan open-ended dapat memberi kesempatan kepada seseorang untuk memperoleh pengetahuan/ pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan beberapa teknik. Namun, pada pendekatan open-ended masalah yang diberikan adalah masalah yang bersifat terbuka (open-ended problem) atau masalah tidak lengkapn (incomplete problem). Sedangkan dasar keterbukaan masalah diklasifikasikan dalam tiga tipe, yakni:

(a) prosesnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak cara

penyelesaian yang benar

(b) hasil akhirnya terbuka, maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban

yang benar

(c) cara pengembangan lanjutannya terbuka, maksudnya ketika seseorang

telah menyelesaikan masalahnya, mereka dapat mengembangkan masalah baru yaitu dengan cara merubah kondisi masalah sebelumnya (asli).

Tujuan dari pembelajaran dengan pendekatan open-ended adalah, diharapkan dapat mengembangkan ide-ide kreatif dan pola pikir matematis. Dengan diberikan masalah yang bersifat terbuka, terlatih untuk melakukan investigasi berbagai strategi dalam menyelesaikan masalah. Selain itu seseorang akan memahami bahwa proses penyelesaian suatu masalah sama pentingnya dengan hasil akhir yang diperoleh. Berdasarkan pengertian dan tujuan pembelajaran dengan pendekatan open-ended di atas, perlu digarisbawahi bahwa pendekatan open-ended memberi kesempatan kepada seseorang untuk berpikir bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya. Dengan demikian kemampuan berpikir matematis dapat berkembang secara maksimal dan

kegiatan-kegiatan kreatif dapat terkomunikasikan melalui proses pembelajaran.

C. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN OPEN ENDED PROBLEM

Keunggulan pendekatan open ended problem menurut Suherman 2003 antara lain :

1. Aktif dalam pembelajaran

2. Memiliki kesempatan dalam memanfaatkan pengetahuan & ketrampilan

secara komprehensif

3. Secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti

4. Memiliki pengalaman untuk menemukan sesuatu dalam menjawab

permasalahan

Kelemahan pendekatan open ended problem antara lain (Suherman, 2003) :

1. Mengemukakan masalah secara langsung lebih sulit sehingga respon juga

sulit.

2. Seseorang dengan kemampuan tinggi terkadang ragu pada jawabannya

sendiri.

3. Kesulitan mengemukakan masalah membuat kejenuhan tersendiri.

D. PERTANYAAN OPEN ENDED PROBLEM

Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan open-ended, biasanya lebih banyak digunakan soal-soal open-ended sebagai instrumen dalam pembelajaran. Terdapat keserupaan terhadap pengertian mengenai soal open-ended.

Hancock (1995 : 496) dan Berenson (1995:183) menyatakan bahwa soal open-ended adalah soal yang memiliki lebih dari satu penyelesaian dan cara penyelesaian yang benar. Dengan demikian ciri terpenting dari soal open-ended adalah tersedianya kemungkinan dapat serta tersedia keleluasaan bagi seseorang untuk memakai sejumlah metode yang dianggapnya paling sesuai dalam menyelesaikan soal itu. Dalam arti, pertanyaan pada bentuk open-ended diarahkan untuk menggiring tumbuhnya pemahaman atas masalah yang diajukan.

Di dalam menyusun suatu pertanyaan open ended ada dua teknik yang dapat dilakukan :

1. Teknik bekerja secara terbalik (working backward)

Teknik ini terdiri dari tiga langkah, yaitu:

a. mengidentifikasi topik

b. memikirkan pertanyaan dan menuliskan jawaban lebih dulu

c. membuat pertanyaan open-ended didasarkan pada jawaban yang telah

dibuat

2. Teknik penggunaan pertanyaan standar (adapting a standard question) Teknik ini juga terdiri dari tiga langkah yaitu:

a. mengidentifikasi topik

b. memikirkan pertanyaan standar

c. membuat pertanyaan open-ended yang baik berdasarkan pertanyaan

standar yang telah dibuat.

Tingkat berpikir matematika untuk menyusun pertanyaan open-ended sebaiknya disesuaikan dengan tingkat berpikir Matematika. Tingkat berpikir yang dikemukakan oleh Bloom yang dikenal dengan taksonomi Bloom (Bloom, 1956) mengklasifikasikan tingkat berpikir kedalam enam tingkat, yaitu: Memory, Comprehension, Application, Analysis, Synthesis and Evaluation. Sedangkan Sanders (dalam Way, 2003) level Comprehension dibagi kedalam dua katagori yaitu: Translation dan Interpretation, sehingga tingkatan berpikir yang digunakan dalam matematika menjadi tujuh level

seperti berikut:

1. Memory atau sering disebut juga pengetahuan (knowledge) atau ingatan

(recall) atau komputasi (computation). Pada jenjang ini seseorang dituntut untuk mampu menggali atau mengingat kembali (memory) pengetahuan

yang telah disimpan di dalam skemata struktur kognitifnya. Hal-hal yang termasuk ke dalam jenjang kognitif ini adalah berupa pengetahuan tentang fakta dasar, terminologi (peristilahan), atau manipulasi yang sifatnya sudah rutin (algoritma)

2. Translation: Kemampuan seseorang untuk merubah informasi kedalam

simbol atau bahasa yang berbeda.

3. Interpretation: Kemampuan seseorang untuk mencari hubungan antara fakta, konsep, prinsip, aturan, dan generalisasi.

4. Application: Kemampuan untuk memilih, menggunakan, dan menerapkan dengan tepat suatu teori atau cara pada situasi baru. Tahap aplikasi ini melibatkan sejumlah respon. Respon tersebut ditransfer kedalam situasi baru yang berarti konteksnya berlainan. Bloom,dkk. membagi kedalam empat bagian, yaitu: Kemampuan untuk menyelesaikan masalah rutin; Kemampuan untuk membandingkan; Kemampuan untuk menganalisis data, dan kemampuan untuk mengenal pola, isomorfisma dan simetri.

5. Analysis: Kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu masalah (soal) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (komponen) serta mampu untuk memahami hubungan diantara bagian-bagian tersebut. Kemampuan siswa untuk memecahkan masalah nonrutin termasuk kedalam jenjang ini,

yaitu kemampuan untuk mentransfer pengetahuan matematika yang telah dipelajari terhadap konteks baru. Pemecahan masalah bisa berupa menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian satu kesatuan kemudian mengkaji, serta menyusun kembali bagian-bagian tersebut menjadi suatu kesatuan sehingga merupakan penyelesaian akhir. Tahap

analisis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Analisis terhadap elemen, analisis terhadap hubungan dan analisis terhadap aturan.

6. Synthesis: Kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari suatu proses analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logik sehingga menjadi sutu pola terstruktur atau bentuk baru. Kemampuan untuk menemukan hubungan, kemampuan menyususn pembuktian, dan kemampuan berpikir kreatif termasuk kemampuan synthesis (Way, 2003).

7. Evaluation: Kemampuan seseorang untuk dapat memberikan pertimbangan (judgement) terhadap suatu situasi, ide, metode berdasarkan suatu patokan atau kriteria. Kemudian setelah memberikan pertimbangan dengan matang dilanjutkan dengan memberikan suatu kesimpulan.

 

download makalah:

etiprof

makalah

One response

  1. nani soulisa

    asslm

    boleh tw gak referensi yang bisa digunakan untuk pelajari open ended ini?

    klw ada tlng share ke aq ya..pleasee…

    2 Maret 2011 pukul 08:09

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s