Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

Potensi Industri Bioetanol di Banyumas


Wilayah Kabupaten Banyumas terletak di sebelah Barat Daya & merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah. Terletak di antara garis Bujur Timur 108° 39′ 17” sampai 109° 27′ 15” & di antara garis Lintang Selatan 7° 15′ 05” sampai 7° 37′ 10” yang berarti berada di belahan selatan garis khatulistiwa. Batas-batas Kabupaten Banyumas adalah :

  • Sebelah Utara: Gunung Slamet, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.
  • Sebelah Selatan:  Kabupaten Cilacap
  • Sebelah Barat: Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
  • Sebelah Timur: Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Banjarnegara

Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan & pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman & pekarangan, dan seba-gian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak dilereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi & kekayaan Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M & masih aktif. Keadaan cuaca & iklim di Kabupaten Banyumas karena tergolong di belahan selatan khatulistiwa masih memiliki iklim tropis basah. Demikian Juga karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari permukaan pantai/lautan maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak, namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4° C – 30,9° C.

Salah satu potensi industri tradisional yang dapat dikembangkan adalah industri Bioetanol di desa Wlahar, kec. Ajibarang, Banyumas. Saat ini masyarakat desa Wlahar telah mampu membuat bioetanol (ciu) dengan rata-rata produksi 10 – 30 liter perhari. Akan tetapi masih menjadi kendala karena belum berijin dan penggunaannya juga masih menyalahi peraturan, yaitu digunakan sebagai minuman keras bagi nelayan-nelayan di daerah sekitarnya. Sehingga penjualannya pun masih kucing-kucingan.

Sejak pertengahan tahun 2008, pemerintah kabupaten banyumas melalui dinas pariwisata dan kebudayaan bekerjasama dengan program studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalukan pembinaan untuk meningkatkan potensinya dilihat dari beberapa aspek :

a. Peningkatan kualitas produk bioetanol

b. Pemasaran

c. Perijinan

Sekarang ini, para pengrajin sudah mampu menghasilkan bioetanol dengan kadar 85 – 95%, yang ini sudah memenuhi persyaratan untuk dijual kepada industri maupun rumah sakit.

Portable Bioethanol Distiller

Adalah alat yang digunakan untuk menaikkan kadar bioethanol dari kadar 40 -50% menjadi 85 – 95% yang dirancang untuk pengrajin bioethanol tradisional di desa Wlahar Kabupaten Banyumas. Kapasitas tangki pemasak 20 lt.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s