Welcome to Radiks Chemical Enginnering information

industri kimia

Pabrik Asam Formiat (CH2O2) di Indonesia


Saat ini, PT. Sintas Kurama Perdana merupakan satu-satunya pabrik yang memproduksi asam formiat atau formic acid di Indonesia. Pabrik formic acid yang dimiliki PT. Sintas Kurama Perdana memiliki kapasitas produksi sebesar 11.000 ton per tahun.

Pabrik asam formiat milik PT. Sintas Kurama Perdana yang mulai beroperasi pada bulan Agustus 1988, kini memasarkan produknya untuk memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri, dengan komposisi yang hampir sama.

Produk asam formiat PT. Sintas Kurama Perdana dipasarkan dengan nama dagang Sintas 90 (kosentrasi 90%) dan Sintas 94 (konsentrasi 94%), dan tersedia dalam beberapa ukuran kemasan, antara lain 600 gram, 25 kg dan 1 ton.

Berikut ini adalah data pabrik asam formiat milik PT. Sintas.

PT. Sintas Kurama Perdana
Lokasi: Cikampek, Jawa Barat
Didirikan tanggal: 28 Oktober 1986
Jumlah pabrik: 1
Kapasitas produksi total: 11.000 ton
Website: http://www.sintas90.co.id


Mengenal Pipa Standar di Dunia


Ada banyak jenis material pipa yang biasa digunakan dalam dunia industri kimia. Sebagai contoh adalah carbon steel dan stainless steel. Kedua jenis material pipa ini paling banyak digunakan. Lalu ada berapa pipa steel standar yang ada di pasaran saat ini?

pipa standarNah berikut ini adalah standar pipa jenis steel yang biasa digunakan dalam konstruksi pabrik kimia.

AISI: American Iron and Steel Institute
ANSI: American National Standards Institute
API: American Petroleum Institute
ASME: American Society of Mechanical Engineers
ASTM: American Society for Testing Materials
AWS: American Welding Society
BSI: British Standards Institution
DIN: Deutsches Institute for Normung
ISO: International Organization for Standardization
JIS: Japan Industrial Standards
KS: Korean Industrial Standards
MIL: Military Specifications and Standards
NF: Norm Francaise
SAE: Society of Automotive Engineers
UL: Underwriters Laboratory
UNS: Unified Numbering System


Data Pabrik Semen di Indonesia


Pada saat tulisan ini dibuat, informasi mengenai jumlah pabrik semen yang telah beroperasi secara komersil di Indonesia adalah delapan (8) perusahaan. Dan menurut data di kompas.com (17/2/2010), disebutkan bahwa tidak ada pembangunan pabrik semen baru di Indonesia sejak 10 tahun yang lalu.

Bulan April 2010 ini, diperkirakan pabrik semen baru milik PT. Gunung Pantara Barisan di Sumut akan segera beroperasi. Anda bisa membaca infonya secara lengkap di sini.

Di bawah ini adalah pabrik semen yang telah beroperasi di Indonesia. Informasinya dilengkapi pula dengan tahun pendirian, lokasi pabrik, jumlah unit (pabrik), kapasitas produksi dan alamat situs masing-masing pabrik semen.

PT.Indocement Tunggal Prakarsa (Semen Tigaroda)
Lokasi: Citeureup (Bogor), Palimanan (Cirebon), Tarjun (Kalsel)
Didirikan tanggal: 1985
Jumlah pabrik: 12
Kapasitas produksi total: 17.100.000 ton
Website: http://www.indocement.co.id

PT.Semen Baturaja Persero (Semen Baturaja)
Lokasi: Baturaja, Palembang, Panjang (Sumsel)
Didirikan tanggal: 14 November 1974
Jumlah pabrik: 3
Kapasitas produksi total: 1.250.000 ton
Website: http://www.semenbaturaja.co.id

PT.Semen Padang (Semen Padang)
Lokasi: Indarung (Sumbar)
Didirikan tanggal: 1910
Jumlah pabrik: 4
Kapasitas produksi total: 5.240.000 ton
Website: http://semenpadang.co.id

PT.Semen Gresik (Semen Gresik)
Lokasi: Gresik (Jatim)
Didirikan tanggal: 7 Agustus 1957
Jumlah pabrik:
Kapasitas produksi total: 16.920.000 ton
Website: http://www.semengresik.com

PT.Semen Bosowa (Semen Bosowa)
Lokasi: Maros, Batam
Didirikan tanggal: 1999
Jumlah pabrik: 2
Kapasitas produksi total: 3.000.000 ton
Website: http://www.bosowa.co.id

PT. Semen Andalas (Semen Andalas)
Lokasi: Medan (Sumut)
Didirikan tanggal: n.a
Jumlah pabrik: n.a
Kapasitas produksi total: n.a
Website: n.a

PT.Semen Cibinong (Holchim)
Lokasi: Narogong-Cibinong (Jabar), Cilacap (Jateng)
Didirikan tanggal: 1971
Jumlah pabrik: 6
Kapasitas produksi total: 9.700.000 ton
Website: http://www.semen-cibinong.com

PT. Semen Tonasa
Lokasi: Ds Tonasa, Kab. Pangkep (Sulsel)
Didirikan tanggal: 5 Desember 1960
Jumlah pabrik: 3
Kapasitas produksi total: 2.418.000 ton
Website: http://www.sementonasa.co.id


PT Arun Natural Gas Liquefaction


PT Arun Natural Gas Liquefaction lebih dikenal dengan PT Arun NGL adalah perusahaan penghasil LNG (Liquid Natural Gas) terbesar di Indonesia dan di dunia (tahun 1990). Berlokasi di Lhokseumawe, Aceh Utara, perusahaan ini memiliki 6 process train (1 – 6), namun saat ini hanya 2 process train yang beroperasi dikarenakan menipisnya cadangan gas alam disana. PT Arun NGL merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi kota Lhokseumawe maupun Indonesia.

Arun adalah nama sebuah desa di kecamatan Syamtalira tempat ditemukannya cadangan gas alam pada tahun 1971 oleh Mobil Oil Indonesia Incorporation yang merupakan salah satu sumber gas alam yang terbesar di dunia pada saat itu. Dengan mengabadikan nama desa tersebut maka dibangunlah LNG Arun yang terletak di Blang Lancang Lhokseumawe, Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam.

Ladang gas Arun terletak pada lapisan batu kapur dengan kedalaman sekitar 3.000 m yang mengandung sekitar 17 trilyun ft gas dengan tekanan 490 kg/cm dan temperatur sekitar 170 0 C. Ladang gas Arun memiliki panjang 18,5 km, lebar 5 km serta tebal 3000 m. Jumlah tersebut diperkirakan akan dapat mensuplai enam (6) unit dapur pengolahan (train) dengan kapasitas masing masing 300 juta SCFD (Standard Cubic Feet Day) untuk jangka waktu 20 tahun. Ladang gas tersebut terdiri dari empat (4) buah cluster gas dan condensate, kemudian gas dan kondensat di kirim ke unit pengumpulan yaitu point “A” yang selanjutnya di kirim ke kilang LNG Arun dengan memakai pipa:

  • Gas menggunakan pipa berdiameter 42 inch.
  • Kondensat menggunakan pipa berdiameter 16 inch.
  • LPG propan menggunakan pipa berdiameter 20 inch.

Kilang LNG Arun di Blang Lancang meliputi daerah seluas 271 ha dengan panjang 1,7 km dan lebar 1,5 km serta dilangkapi dengan pelabuhan khusus pengangkut produksinya. PT Arun merupakan suatu perusahaan yang berbentuk persero dengan pembagian saham sebagai berikut :

  • Pertamina————————————–: 55%.
  • Exxon Mobil ———————————–: 30%.
  • Japan Indonesia LNG Company —————–: 15%.

Pembangunan 6 train pencairan gas alam di kilang LNG Arun melalui beberapa tahapan : Train 1,2 dan 3 (Arun Project 1) di bangun pada awal tahun 1974 dan selesai pada akhir tahun 1978 oleh BECHTEL Inc. Train 4 dan 5 (Arun Project II) dibangun februari 1982 dan selesai pada akhir tahun 1983 yang di kerjakan oleh CHIYODA. Train 6 (Arun Project III) dibangun pada bulan November 1984 dan selesai pada September 1986 yang di kerjakan oleh Japan Gas Corporation (J G C) Pada Februari 1987 kilang LPG di bangun yang di namakan Arun LPG project dikerjakan oleh Japan Gas Corporation (J G C) selesai pada tahun 1989.

Kilang LNG Arun dilengkapi dengan 2 buah pelabuhan LNG untuk pengiriman produksinya ke negara pembeli, sedangkan untuk pengiriman kondensat di lengkapi dengan 2 buah sarana pemuat yaitu : •Single Point Mooring (S P M) •Multy Bouy Mooring (M B M)
Pada tahun 1972 ditemukan sumber gas alam lepas pantai di ladang North sumatra offshore (NSO), yang terletak diselat malaka pada jarak sekitar 107,6 Km dari kilang PT Arun di Blang Lancang. Selanjutnya pada tahun 1998 dilakukan pembangunan proyek NSO “A” yang di liputi unit pengolahan gas untuk fasilitas lepas pantai (offshore) dan di PT Arun. Fasilitas ini di bangun untuk mengolah 450 MMSCFD gas alam dari plant from offshore sebagai tambahan bahan baku gas alam dari ladang arun dilhoksukon yang semakin berkurang.

Gas alam diladang NSO memiliki kandungan H2S dan CO2 yang tinggi sehingga di perlukan proses pemisahan terlebih dahulu sebelum masuk ke train LNG.Upaya ini dilakukan untuk menurunkan kadar H2S dari 1,59% menjadi 80 ppm dan CO2 dari 33.21% menjadi 25,54% mol,sehingga sesuai dengan spesifikasi rancangan train LNG.

Struktur Organisasi PT Arun NGL, Pimpinan tertinggi organisasi PT Arun adalah President Director (PD) yang berkantor di Jakarta. Sedangkan PT Arun plant site dipimpin oleh seorang Vice President Director (VPD). VPD PT Arun melapor kepada PD. VPD PT Arun membawahi tiga divisi dan tiga non divisi setingkat seksi, yaitu :

  1. Divisi Production
  2. Divisi Plant Support
  3. Divisi Service and Development
  4. Seksi Public Relation
  5. Seksi Finance and Accounting
  6. Seksi General Audit

Pabrik Pupuk Urea di Indonesia


Saat ini di Indonesia terdapat 5 pabrik pupuk urea, semuanya berstatus BUMN. Berikut ini adalah data setiap pabrik pupuk urea tersebut, tentu beserta data kapasitas produksinya masing-masing.

PT. Pupuk Sriwijaya

Lokasi: Palembang, Sumatera Selatan
Didirikan tanggal: 24 Desember 1959
Jumlah pabrik: 4
Kapasitas produksi total: 2.262.000 ton
Website: http://www.pusri.co.id

PT. Pupuk Iskandar Muda
Lokasi: Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam
Didirikan tanggal: 24 Pebruari 1982
Jumlah pabrik: 2
Kapasitas produksi total: 1.140.000 ton
Website: http://www.pim.co.id

PT. Petrokimia Gresik
Lokasi: Gresik, Jawa Timur
Didirikan tanggal: 10 Juli 1972
Jumlah pabrik: 1
Kapasitas produksi total: 460.000 ton
Website: http://www.petrokimia-gresik.com

PT. Pupuk Kujang
Lokasi: Cikampek, Jawa Barat
Didirikan tanggal: 9 Juni 1975
Jumlah pabrik: 2
Kapasitas produksi total: 1.140.000 ton
Website: http://www.pupuk-kujang.co.id

PT. Pupuk Kaltim
Lokasi: Bontang, Kalimantan Timur
Didirikan tanggal: 7 Desember 1977
Jumlah pabrik: 5
Kapasitas produksi total: 2.980.000 ton
Website: http://www.pupukkaltim.com


PT. Pupuk Kaltim dan PTPN Akan Membangun Pabrik Pupuk NPK


PT. Pupuk Kalimantan Timur (PT. PKT) dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan V akan membangun pabrik pupuk NPK di Medan, dengan kapasitas produksi antara 100.000 ~ 200.000 ton per tahun.

Pabrik pupuk NPK tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2011 mendatang. Kini, perusahaan patungan yang akan diberi nama Pupuk Agro Nusantara itu masih dalam tahap pengurusan aspek legalnya.

Komposisi saham pabrik NPK baru tersebut adalah PT. PKT 51%, PTPN IV 35% dan PTPN V 14%. Pabrik tersebut dibangun dengan perkiraan biaya mencapai Rp.500 miliar ~Rp.600 miliar. (kontan.co.id)


PT. Pusri Akan Bangun Pabrik NPK


PT. Pupuk Sriwijaya (PT. Pusri) dan Jordan Phosphates Mines Corporation (JPMC) akan membangun 3 (tiga) pabrik pupuk NPK di Palembang, dengan kapasitas produksi antara 250.000-300.000 ton per tahun.

Proyek pembangunan pabrik pupuk NPK baru tersebut akan membutuhkan biaya investasi sebesar Rp.600 miliar. PT. Pusri dan JPMC telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pendirian perusahaan patungan pabrik pupuk NPK tersebut.

Bahan baku pabrik pupuk NPK tersebut akan di suplai oleh JPMC. Dan pihak JPMC telah siap untuk mengeluarkan dana sebesar 100 juta dolar untuk proyek ini. (kontan.co.id)


Nama – nama Industri di Indonesia


BERIKUT DATA INDUSTRI YANG DIMILIKI OLEH DATA DAN INFORMASI HMTK

No Nama Industri Alamat Telp/Fax
1. PT Indo Asidatama Jl Raya Solo Sragen Km 11,4 Kemiri Kec KebakkramatKab Karanganyar Solo 57762 Po Box 302 Solo 57100, http//www.acidatama.co.id 0271 648400/0271 648700
2. PT Palur Raya Jl Raya Solo Sragen Km 6 0271 821371/-
3. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Divisi Tanaman Semusim Pg Rendeng Jl Jend Sudirman No 285 Kudus 59301 0291 438641/0291 437364
4. Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi Jl Sorogo1 Cepu 58315Kab Blora-Jateng, PPT Migas@Indo.Net.Id 0296 421888 ext 134/0296 421891
5. PT Suraharta Oxygen Jl Raya Solo Sragen Km 9 Karanganyar Surakarta -
6. PT Intiboga Sejahtera Jl Tanjung Tembaga No 2-6 Tanjung Perak Surabaya 60834 031 3292040/031 3292033
7. PT Sama Satria Pasifik Off : Gedung Graha PangeranLt 8 Jl Jend A Yani 286

Surabaya 60834

Fac : Jl Raya Kemangsen Km

32 Kec Balongbando

Sidoarjo

Off : 031 8292727/0318292709

Fac : 031 8971226-68,

8975514/

031 8971269

8. PT Aruki (Arjuna Utama Kimia) Jl Rungkut Industri I No 18-22 Surabaya 60292 Tromol Pos 14/Rungkut 031 8411413, 8431646/031 8432672
9. PT Madu Unggas PerkasaBleaching Earth And Bentonite Manufacture Jl Kesamben Wetan Driyorejo-GresikPo Box 1347 Surabaya 60013 Jatim, Mip@Mitra.Net.Id 031 7507390, 7507526/031 7507281
10. PT Petronika Jl Prof Dr Moh Yamin Gresik Po Box 129 Gresik Jatim, Petronika@Indo.Net.Id.Ir 031 3951965/031 3951955
11. Perusahaan Gas Negara (Persero) Cab Surabaya Jl Gembong No 28 Surabaya 60141 031 3722222/031 3710554
12. PT Miwon Indonesia Tbk Off : 21st Floor Menara Global Jl Jend Gatot Subroto Kav 27 Jkt 12950Fac : Kec Droyorejo Kab Gresik 6117 Jatim Po Box 1369/Jat Jkt 13013, Mrktg@Miwonindonesia.Co.Id Off : 021 5270150/021 5270152

Fac : 031 750788, 7590040/031 7507595, 759003

13. PT Petro Central Off : Ekonom Centre 6th Floor Jl Embong Malang 61-65 Surabaya 60261 IndFac : Jl Raya Rooma Gresik 61118 Ind Po Box 53 Gresik Off : 031 5325211-5325212/031 5325232Fac : 031 3981736, 3982536, 3983426/031 3982776
14. PT Sindopex Perotama Ds Kramat Temanggung Tarik Sidoarjo Jatim Ind Po Box 168 Mojokerto 61301 0321 363331 (4LINE)/0321 363317
15. PT Industri Soda Ind Jl Waru 31 Sby 031 8532817
16. PT Multi Bintang Ind Jl Sampang Agung Mojokerto 61300 Jatim 0321 592505 EXT 101
17. PT Samator Inti Peroksida Off : 6th Floor Graha Pangeran Building Jl Jend A Yani 286 Sby 60234 IndFac : Kawasan Industri Gresik Jl Kig Raya Utara Blok K Kav 12-20 Gresik Ind Off : 031 8292727/031 8292709Fac : 031 3950911-12/031 3950910
18. PT Nestle Ind Jl Waru 25 Waru Sidoarjo 031 8531947, 8531874
19. PT Indoxide Jl Barbek Industri 25 Sby 031 8431947
20. PT Aktif Indonesia Indah Jl Rungkut III 64 Sby 031 8434499, 8434566
21. PT Petrokimia Gresik Off : Jl Jend A Yani Gresik 61119 Po Box 102 Gresik 61101, Pkg@Indo.Net.Id 031 3981811-3981814,3982200 ext 2957/031 3981722, 3982272
22. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Jl Raya Sby-Mojokerto Jatim 0321 361552, 388195/0321 361615
23. PT Iglas (Persero) Off : Jl Ngagel 153 Sby 60246Fac : Jl Kapten Darmo Sugondho Segoro Madu Gresik 61153, Iglas@Rad.Net.Id Off : 031 5017586, 5018212, 5019516, 5017561/031 5015786Fac : 031 5015786/031 3974484, 3973720, 3971648/031 3974483
24. PT Filma Utama Soap The Tempo Group Jl Gresik No 1-3-5 Sby Po Box 1130 Sby 031 3525852, 3525853, 3525854/031 3530269
25. PT Sier Jl Rungkut Industri Raya No 10 Sby 031 8439581
26. PT Unilever Jl Rungkut Industri IV/5-11 Sby 031 8438052, 8403127, 8432117, 8438297
27. PT Semen Gresik Jl Unit I dan II Desa Sidomoro Gresik 031 3981731 ext 45
28. PT Ajinomoto Desa Mlirip Jetis Mojokerto Po Box 110 Mojokerto 0321 21710 (7line) 361173, 361710/0321 21708
29. PT Wings Surya 031 7509716
30. PT Aneka Gas Industri Sby 031 7882505
31. PT Sorini 0343 631776-78
32. Arco Gedung Landmark Center, Tower B Lt 19 Jl Jend Sudirman Kav 70 A Jakarta 12910 021 5202121/021 5202221
33. Betz Jl Kemang Selatan Raya 151 Jakarta 12560
34. Dow Chemical Pacific Ltd. Wisma GKBI Suite 2001 Jl Jend Sudirman No 28 Jakarta 10210 021 5742020/021 5742121
35. Dumex Indonesia Jl Raya Bogor Km 28 Po Box 1044/JAT-Jakarta 13010
36. Indah Kiat Pulp and Paper Wisma Bank International Jl MH Thamrin Jakarta
37. Keramika Indonesia Assosiasi Jl Mangga Besar Raya No 42 F/Po Box 466 jkt
38. Maxus Southeast Sumatera, Inc Jakarta Stock Exchange Building 6th Floor Jl Jend Sudirman Kav.52 Po Box 2759 Jakarta 12190
39. Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta Padokan-Tirtonirmolo Kasihan Bantul Tromol Pos 49 Yogyakarta 55002
40. Pabrik Gula Gunung Madu Km 90 Gunung Batin Lampung Tengah 0725 46700/0725 46800
41. Peroksida Indonesia Pratama JL Jend Ahmad Yani Po Box 53 Cikampek 41373
42. Pertamina Gedung X Griya Legita Jl Sinabung II Terusan Simprug Jakarta 021 3915111-3816111/021 343882-363585
43. PT Chandra Asri Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon 42447 0254 601501,021 5212867/0254 601505
44. PT Dystar Cilegon Jl Raya Anyer Km 5 Po Box 144 Cilegon 42435 0254 396960/0254 396961
45. PT Intiboga Sejahtera Jl Tanjung Tembaga No 2-6 Surabaya 60167
46. PT Kertas Leces (Persero) Leces Probolinggo 67202 0335 21993/0335 21628
47. PT P.G. Rajawali II PSA Palimanan Jl Raya Palimanan N0 168 Cirebon 45161 0231 341020/0231 341020
48. PT Pasific Indomas Plastic Indonesia (Dow) Wisma GKBI Suite 2001 Jl Jend Sudirman No 28 Jakarta 10210 021 5742020/021 5742121
49. PT Polytama Propindo Polypropylene Plant Jl Raya Juntinyuat Km 13 Ds Limbangan Juntinyuat Indramayu 0234 28002/0234 28618
50. PT Pulosynthetics Jl Raya Anyer Km 5 Po Box 144 Cilegon 42435 0254 396954-55/0254 396956
51. PT Semen Gresik (Persero) Tbk Gedung Utama Semen Gresik Jl Veteran Gresik 61122 031 981732/031 983209
52. PT Semen Nusantara Gedung BRI II Lt 26 Jl Jend Sudirman Kav 44-46 Jakarta -/021 5719479
53. PT Timah Tbk Jl Jend Sudirman 51 Pangkal Pinang 33121 Bangka 0717 31335/0717 32323
54. PT Total Indonesia Training Department-AT Total Indonesia Jakarta 021 2520528/021 2520528
55. PT Agricinal Jl Kayumas 16 Bengkulu
56. PT Amoco Mitsui PTA Indonesia Kompleks PENI Jl Raya Merak Km 116 Desa Rawa Arum Cilegon Jawa Barat
57. PT Aneka Gas Industri Jl Minangkabau 60 Po Box 2040 Jakarta 12970 021 8296108, 8308351/021 8281115
58. PT Arun NGL. Co Blang Lancang Lhokseumawe Po Box 22 Aceh Utara 24353 0645 56677/0645 43922, 41312
59. PT Asahimas Subentra Chemical Jl Raya Anyer Km 122 Desa Gunung Sugih Cilegon 42447 0254 601252/0254 602014
60. PT Asean Aceh Fertilizer Krueng Geukeuh Po Box 09 Lhokseumawe Aceh Utara
61. PT Australian Indonesian Milk Industries Jl Raya Bogor Km 26,6 Gandaria Po Box 2431 Jakarta 13710 -/021 8710404
62. PT Badak NGL. Co Bontang 75324 Kalimantan Timur 0541 42100, 0542 21815, 24622, 0548 21133, 551165
63. PT Bakri Kasei Corporation Gedung Setiabudi Atrium Suite 710 Setiabudi Office Park Jl HR Rasuna Said Kuningan Jakarta 12920 021 5207699, 5210774-5/021 5153961, 5210776
64. PT BOC gases Indonesia Jl Raya Bekasi Km 21 Pulo Gadung Jakarta 14250 6221 4601793/6221 4602789
65. PT Caltex Pasific Indonesia Jl Budi Kemuliaan I No 1 Po Box 1158 Jakarta 10011 -/021 3512065
66. PT Cussons Indonesia TIFA Building 10th Floor Suite 10-01 Jl Kuningan Barat N0 26 Jakarta Selatan 12710
67. PT Dahana (Persero) Jl Letkol Basir Surya Kotak Pos 117 Tasikmalaya 331853/334819, 332425
68. PT Dana Paints Indonesia Jl Pemuda Pulo Gadung Po Box 1093/JAT Jakarta 13010
69. PT DuPont Agricultural Products Indonesia Menara Mulia 5th Floor Suite 501 Jl Jend Gatot Subroto Kav 9-11 Jakarta 12930 6221 5272617-22, 52222568-69/6221 5222570
70. PT Hutama Prima Metro Duta Niaga Blok 2B/A3 Pondok Indah Jakarta 12310
71. PT ICI Paints Indonesia Jl Raya Bogor Km 35,8 Cimanggis 021 8752031, 8751732/021 8752517
72. PT ICI Paints Indonesia TIFA Building 4th Floor Jl Kuningan Barat 26 Po Box 4642 JKTM 12046 Jakarta 12710 021 5250420, 5205434-5/021 5251092
73. PT Indo Acidatama Jl HOS Cokroaminoto 28 Po Box 151 Solo 57125 0271 48743, 43504/0271 48651
74. PT Indocement Tunggal Prakarsa Wisma Indocement Kav 70-71 Jl Jend Sudirman Jakarta 021 2512121, 2522121, 5703817/021 5701693, 2510066
75. PT Indomiwon Citra Inti Desa Gunung Pasir Jaya Kec Jubung Lampung Tengah
76. PT Indonesia Asahan Alumunium Summitmas 1 15th Floor Jl Jend Sudirman Kav 61-62 Jakarta 12069 021 2520185/021 2524278
77. PT Indonesia Asahan Alumunium Pabrik Peleburan Alumunium Po Box 1 Kuala Tanjung 21257 Asahan Sumatera Utara 0622 31311/0622 31001
78. PT Indorama Synthetics Desa Ubrug Jatiluhur Purwakarta 0264 202311/-
79. PT Intermational Nickel Indonesia Soroako 91984 Sulawesi Selatan 62021 3846078, 3456855, 621411 31845, 320700/62021 3842418
80. PT Inti Indorayon Utama Desa Sosorladang Kec Porsea Tapanuli Utara
81. PT Kertas Bekasi Teguh Jl Perjuangan Kampung Teluk Buyung Bekasi
82. PT Krakatau Steel Gedung ADB Jl Industri No 5 Cilegon 0254 92159, 92003/0254 91982
83. PT Martina Berto Jl Pulo Kambing II No 1 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur 021 4603717, 4603718, 4603719/021 4606146
84. PT Medco Methanol Bunyu Plaza BAPINDO Menara II Lt 10 Jl Jend Sudirman Kav 54-55 Jakarta 12190 021 5266134/021 5266137
85. PT Mobil Oil Indonesia Ratu Plaza Building Jl Jend Sudirman Po Box 1400 Jakarta 10014
86. PT Mulia Keramik Indah Raya Jl Raya Tegal Gede Desa Lemah Abang Sikarang 17550 021 8935708/021 8935709
87. PT Multi Bintang Indonesia Jl Daan Mogot Km 19 Po Box 3264 Jakarta 10002
88. PT Multi Bintang Indonesia Jl Ratna No 14 Po Box 5058 Surabaya 60000
89. PT Mustika Ratu Mustika Centre Lt 12 Jl Gatot Subroto Kav 74-75 Jakarta Selatan
90. PT Nestle Indonesia Jl Raya Waru 25 Sidoarjo 031 8531947, 8531874/031 8531527
91. PT Novartis Biochemie Jl Pahlawan 25 Desa Karang Asem Timur Citeureup 16810 Bogor 6221 8753184/6221 8753895
92. PT Nutrifood Indonesia Jl Raya Ciawi 280 A Bogor 16720 0251 240257/0251 242132
93. PT Petrokimia Nusantara Interindo Jl Raya Merak Km 116 Desa Rawa Arum Cilegon Jawa Barat 0254 71333/0254 71320, 71290
94. PT Petrowidada Jl Prof Dr Moh Yamin SH Po Box 54 Gsk Gresik 61118 031 3951945/031 3951943, 3951950
95. PT Pulosynthetics Cilegon Hoechst Marion Roussel Building Jl Jend A Yani Pulo Mas Jakarta 13012 021 4892208, 4895608/021 4892464
96. PT Pupuk Iskandar Muda Jl Medan Banda Aceh Po Box 021 Lhokseumawe Aceh Utara 24354 0645 56222/0645 56095
97. PT Pupuk Kujang Jl Jend A Yani 39 Po Box 4 Cikampek 41373 Ir H Ashari Untung MM 0264 316141/0264 314235, 314335
98. PT Pupuk Sriwidjaja Jl Mayor Zen Palembang 30118 0711 712111-71222/0711 712100
99. PT Pupuk Sari Husada Jl Kusumanegara No 173 Po Box 37 YK 55002 0274 512990, 514396, 510957/0274 563328
100. PT Sayang Heulang Jl Jembatan Tiga Blok F&G Jakarta 14440
101. PT Semen Padang Indarung Padang 25237 0751 32250/0751 34590
102. PT Semen Tonasa Granadha Building Jl Jend Sudirman Tonasa Pangkep Sulawesi Selatan 0411 320671-3, 323724/0411 321976
103. PT Sinar Sostro Tambun Jl Raya Diponegoro Km 39 Desa Jatimulia Tambun Bekasi 021 8802408, 8807323, 8807324/021 8801741
104. PT Socfin-Indonesia (Socfindo) Jl KL Yos Sudarso No 106 Po Box 1254 Mdn 20001 Medan 20115 061 616066/061 614390
105. PT Sumi Asih Oleochemical Industry Kode Pos 17115 Bekasi Jl Raya Jakarta-Bekasi Km 38 021 5732680, 5732671, 72, 75/021 5732651
106. PT Tri Polyta Indonesia Gedung Bimantara 11th Floor Jl Kebon Sirih 17-19 Jakarta 10340 021 3929828/021 3929818
107. PT Unggul Indah Corporation Wisma UIC 2nd Floor Jl Gatot Subroto Kav 6-7 Jakarta 12930 021 5256510/021 5200829
108. PT Unilever Indonesia Jl Jend Gatot Subroto Kav 15 Po Box 1162 Jakarta 10011 Jakarta 12930 -/021 5262044
109. PT Unilever Indonesia Jl Rungkut Industri IV No 5-11 Surabaya 60291 031 8432117, 8438297/031 8439159
110. PT Union Carbide Indonesia Jl Raya Jakarta-Bogor Km 29,3 Cimanggis Bogor
111. Unocal Indonesia Company Pasir Ridge Po Box 276 Balikpapan 76102 0542 34000/0542 32993
112. Vico Indonesia Kuningan Plaza South Tower Jl HR Rasuna Said Kav C 11-14 Po Box 2828 Jakarta 12940 021 5236859/021 5236871
113. Wall’s Ice Cream Cikarang Industrial Estate Jl Jababeka IX Kav D No 1-19 Bekasi 021 8934453/021 8934075
114. Tripatra Engineering Jl RA Kartini No 34 Cilandak Barat Jakarta 12430 021 7500701/021 7500700
115. PT Rekayasa Industri Kalibata Timur I No 36 Po Box 3727 Jakarta 12740 021 7988700, 7988707/021 7988701, 7988702
116. PT Inti Karya Persada Teknik Jl Prof DR Soepomo SH No 42 Jakarta 12870 021 8292177/021 8297198
117. PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills Jl Ir Sutami No 88 Karawang 41313
118. PT Ceres Jl Raya Dayeuhkolot No 84 Bandung 022 5207421
119. PT Pupuk Kalimantan Timur Kompleks PT Pupuk Kaltim Bontang 75313
120. PT Ultra Jaya Jl Cimareme No 131 Po Box 1230 Padalarang 40552 022 6654610-11/022 665412
121. PT Freeport Indonesia Plaza 89 Lt 5 Jl HR Rasuna Said Kav X-7 No 6 Jakarta 12940 021 5225666, 2520727/021 5201518
122. PLTGU Gresik Jl Arjuna 6 Gresik 031 3984540 ext 6019
123. ORICA Australia Pty Ltd. Sentral Senayan 1 4th Floor Jl Asia Afrika No 8 Jakarta 10270 021 5723070/021 5723080
124. Kondur Petroleum SA 10th Floor Landmark Center Tower A Jl Jend Sudirman No 1 Jakarta 12910 021 5223434, 5710707/6221 5711004
125. PT Ketas Padalarang Jl Cikaliwung No 181 Padalarang 022 6809315/022 6809284
126. PT Nof Mas Chemical Industries Kawasan Industri Bekasi Fajar Blok D-1 Mekar Wangi MM2100 Industrial Town Phase III Cibitung Bekasi 17520 021 8980636/021 8980638
127. PT Castrol Indonesia Jl Raya Merak Km 117 Desa Gerem Merak Cilegon 0254 571614/0254 570740
128. PT Daekyung Indah Heavy Industri - 0254 571614/0254 570740
129. PT Dong Jin Indonesia Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon 0254 601245-6/0254 601247
130. PT Dover Chemical Jl Raya Anyer Km 123 Ciwandan Cilegon 0254 571064/0254 571224
131. PT Dow Chemical Indonesia Jl Raya Merak Km 117,5 Desa Gerem Cilegon 0254 571369/0254 572464
132. PT Dystar Jl Australia I Kav F-1 Kawasan Industri KIEC Cilegon 0254 396960/0254 396961
133. PT GT Petrochem Industry Tbk Desa Mangunreja Bojonegara Serang 0254 500055-57/0254 500059
134. PT Inti Ever Spring Indonesia Desa Mangunreja Bojonegara Serang 0254 500049-64/0254 500063
135. PT Karbon Indonesia Jl Salira Indah Desa Samuranja Serang 0254 500093-6/0254 350310
136. PT Lautan Otsuka Chemical Jl Raya Anyer Km 123 Gunung Sugih Ciwandan-Cilegon 0254 601150/0254 601152
137. PT Bayer Urethanes Indonesia Jl Raya Anyer Km 121 Tanjung Leneng Ciwandan-Cilegon 0254 601122/0254 601131
138. PT Nippon Shokubai Indonesia Kawasan Industri Panca Putri Jl Raya Anyer Km 110 Ciwandan-Cilegon 0254 600660/0254 600657

Pertamina versus Petronas


Banyak di antara kita yang berpikir bahwa bekerja di perusahaan migas asing ialah suatu hal yang amat membanggakan tanpa menyadari bahwa perusahaan asing tersebut pada dasarnya sedang mengambil keuntungan lebih untuk negaranya sendiri. Dan sekalipun begitu, kita tetap saja mengikuti proses seleksi kerja di salah satu perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia. Termasuk saya, seorang mahasiswa yang baru saja lulus dan tergiur akan gaji dan fasilitas sebuah perusahan minyak dan gas.

Mengapa kondisi seperti itu bisa terjadi? Ada apa sebenarnya dengan industri minyak dan gas nasional kita? Sebagian dari kita menyalahkan perusahaan migas nasional kita yang kurang kredibel dan bonafit dan sebagian lain beralasan ingin meniti karir dengan standar internasional. Namun, bukan itu yang hendak saya bahas dalam artikel ini karena saya ingin mencoba menggali permasalahan tersebut dari sisi yang lain.

Beberapa hari yang lalu saya sedang mengisi waktu luang saya dengan melihat berbagai informasi yang tersebar di internet dan saya menemukan potongan artikel yang sangat menarik. Please enjoy reading this while listening to music and having a cup of coffee in the morning.. =p

Someone asked:
“Semua orang pasti sudah tahu bahwa Pertamina mempunyai sumber minyak yang banyaknya gak ketulungan. (halaah.. bahasanya..) Bila kita lihat Petronas, mereka tidak mempunyai sumber minyak di negaranya dan kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan Indonesia. Dear all.. Do you know why Petronas grow faster and bigger than Pertamina??

And the answer was:
“Yang mempunyai sumber minyak banyak adalah Indonesia, bukan Pertamina. Dalam hal ini, pemerintah memberi wewenang pada BP MIGAS untuk mengurusi pengelolaan kontrak perusahaan terhadap ladang minyak dan gas.”

Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing diluar Pertamina untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia. Banyak alasan yang dilontarkan BP MIGAS dalam keputusan tersebut, katakanlah dengan alasan Pertamina korupsi, atau strukturnya yang masih payah, dikatakan tidak mampu secara teknologi, atau dibilang minim pendanaan. Alasan terakhir ialah alasan yang dikemukakan Pemerintah kita saat pengelolaan di Blok Cepu diserahkan kepada ExxonMobil dan bukan sepenuhnya kepada Pertamina.

Pertamina Station

Pertamina Station

Alasan-alasan tersebut bisa dikatakan logis namun juga agak dibuat-buat. Mari kita coba untuk meninjau alasan-alasan tersebut satu per satu. Alasan pertama: katakanlah Pertamina korupsi. Bukankah seharusnya Pemerintah bertanggungjawab memberantas korupsi yang terjadi di Pertamina? Atau mungkin Pemerintah tidak mampu memberantas korupsi di Pertamina karena Pemerintah dan DPR juga sedang sibuk korupsi? Atau mungkin karena adanya solidaritas sesama koruptor?? Entahlah.. hanya mereka yang tahu.

Alasan kedua ialah struktur dan sistem manajemen Pertamina yang belum benar. Bukankah seharusnya Pemerintah mempunyai tanggungjawab moral untuk mendorong Pertamina melakukan pembenahan internal? Apabila pengelolaan minyak dan gas malah diserahkan ke pihak asing, bukankah itu sama saja semakin mematikan Pertamina? Dan untuk alasan teknologi, Pertamina sudah memiliki teknologi yang udah diakui oleh Inggris. Sedangkan untuk alasan pendanaan, seharusnya keuntungan tahunan Pertamina jangan disedot besar-besaran untuk menutupi defisit anggaran atau malah dimasukkan ke kantong pejabat. Pertamina untung? Ya, sekalipun dengan adanya subsidi BBM atau apapun itu namanya, Pertamina masih menghasilkan untung yang sangat besar.

Pada poin pertama tadi, saya bermaksud memberi tahu bahwa Pemerintah kita kurang mendukung Pertamina sebagai perusahaan migas nasional. Apabila hal itu terus berlangsung, kapan Pertamina bisa maju? Keadaan benar-benar berbeda apabila melihat Petronas. Perusahaan minyak dan gas milik Malaysia itu menjalankan operasi yang didukung penuh oleh Pemerintah Malaysia dengan cara memberikan sebagian besar hak konsesi khusus ke Petronas dan bahkan mendorong Petronas untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.

Petronas Station

Petronas Station

Pada poin kedua, saya ingin meninjau aspek bisnis industri minyak dan gas itu sendiri. Menurut saya, penyebab kekalahan Pertamina ialah inefisiensi pengeluaran. Banyak pengeluaran yang seharusnya tidak perlu dilakukan apalagi ditambah dengan pengeluaran yang kurang jelas juntrungannya. Sebagai contoh yang dapat kita lihat ialah biaya sewa kapal tanker. Biaya sewa tersebut sangatlah mahal dan dapat mencapai US$60.000 per HARI untuk SATU kapalnya. Nah, Pertamina menyewa kapal dengan jumlah lebih dari 140 padahal kapal Pertamina tidak lebih dari 30 buah. Apabila mau berpikir panjang, seharusnya Pertamina memutuskan untuk memiliki kapal sendiri sebagai investasi. Beberapa tahun yang lalu Pertamina sempat memiliki kapal tanker VLCC namun kapal tanker tersebut dijual oleh Menneg BUMN (Laks. Sukardi) saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Dan apa yang terjadi sekarang? Ternyata penjualan tersebut dipermasalahkan karena adanya dugaan praktek korupsi dalam penjualannya.

Apabila diangkat dari aspek ekonomi politik, permasalahannya adalah karena BP MIGAS seringkali memberikan hak konsesi kepada pihak asing untuk mengelola suatu ladang minyak yang ada di Indonesia.

Bottomline, apabila ditinjau dari segi ekonomi politik dan bisnis, Pertamina akan sulit berkembang di masa depan bila kondisinya terus seperti itu. Sayangnya, kita sebagai warganegara Indonesia tidak bisa mengubah keadaan itu karena itu semua ialah keputusan petinggi-petinggi negara kita. Tapi setidaknya, kita dapat membantu Pertamina dengan membeli produk buatan Pertamina. Beli Produk Pertamina, Kita Untung Bangsa Untung.

Patut teman-teman ketahui bahwa di negara kita Indonesia yang kaya akan minyak ini, Pertamina hanya memegang 8 persen dari pangsa pasar migas di Indonesia dan sisanya dipegang Chevron, Total, Exxon, CNOOC, dan perusahaan migas asing lainnya. Walaupun hanya memiliki 8 persen pasar, Pertamina dapat menghasilkan keuntungan Rp35 triliun di tahun 2006. Coba bayangkan apabila 100 persen ladang minyak yang ada di Indonesia dipegang oleh Pertamina.

Di samping itu, 90% keuntungan Pertamina wajib diberikan kepada Pemerintah dan hanya 10% sisanya yang dapat digunakan Pertamina. Bagaimana dengan Petronas? Keadaan Petronas berkebalikan dengan Pertamina karena hanya 10% keuntungan Petronas yang diberikan untuk Pemerintah Malaysia. Itulah penyebab mengapa Petronas dapat melakukan ekspansi besar-besaran. Mengapa Pertamina sulit melakukan ekspansi? Keuntungan rata-rata tahunan Pertamina ialah Rp27 triliun dan hanya Rp2.7 triliun yang tersisa di Pertamina padahal untuk membangun sebuah kilang baru dibutuhkan dana sekitar Rp 13 triliun.


Peringkat perusahaan minyak dan gas di dunia


Rank1 Company Liquids Reserves4 Natural Gas Reserves5 Total Reserves6
1 National Iranian Oil Company (Iran)3 136,000 974,000 302,496
2 Saudi Arabian Oil Company (Saudi Arabia)3 259,400 248,500 302,279
3 Iraq National Oil Company (Iraq)2,3 115,000 112,000 134,145
4 Qatar General Petroleum Corporation(Qatar)3 15,207 910,500 170,848
5 Abu Dhabi National Oil Company (UAE)3 92,200 198,500 126,132
6 Kuwait Petroleum Corporation (Kuwait)3 99,000 54,500 108,316
7 Petroleos de Venezuela.S.A. (Venezuela)3 80,120 152,380 106,060
8 Nigerian National Petroleum Corporation3 (Nigeria) 36,220 181,900 67,314
9 National Oil Company (Libya)2,3 41,464 52,650 50,464
10 Sonatrach (Algeria)2,3 12,270 161,740 39,918
11 Gazprom (Russia) 0 171,176 29,261
12 PetroChina Co. Ltd. (China) 11,618 53,469 20,758
13 OAO Rosneft (Russia) 15,963 24,758 20,195
14 Petronas (Malaysia) 5,300 82,096 19,334
15 OAO Lukoil (Russia) 15,927 26 15,931
16 Petroleos Mexicanos (Mexico) 12,849 13,856 15,218
17 ExxonMobil Corporation (United States) 8,194 32,480 13,746
18 BP Corporation (United Kingdom) 5,893 45,931 13,744
19 Egyptian General Petroleum Corp. (Egypt)2 3,700 58,500 13,700
20 Chevron Corporation (United States) 7,806 22,894 11,720
21 ConocoPhillips (United States) 6,696 26,835 11,283
22 Total (France) 6,592 25,539 10,958
23 Petroleum Development Oman LLC (Oman) 5,500 30,000 10,628
24 Petroleo Brasilerio S.A. (Brazil) 9,418 1,166 9,618
25 Royal Dutch/Shell (Netherlands) 3,270 30,058 8,408
26 Sonangol (Angola) 8,000 2,000 8,342
27 ENI (Italy) 3,481 16,965 6,381
28 Dubai Petroleum Company (UAE)2,3 4,000 4,000 4,684
29 Petroleos de Ecuador (Ecuador) 4,517 NR 4,517
30 Pertamina (Indonesia)3 903 20,538 4,414
31 Statoil (Norway) 1,675 14,255 4,112
32 EnCana Corp. (Canada) 1,133 12,418 3,256
33 Anadarko Petroleum Corporation (United States) 1,264 10,486 3,056
34 Occidental Petroleum Corporation (United States) 2,264 3,810 2,915
35 China National Offshore Oil Corp. (China) 1,490 6,232 2,555
36 Repsol YPF (Spain) 1,057 8,718 2,548
37 Devon Energy Corporation (United States) 983 8,356 2,411
38 Apache Corp. (United States) 1,061 7,513 2,345
39 Ecopetrol (Columbia) 1,453 3,996 2,136
40 Canadian Natural Resources (Canada) 1,316 3,798 1,965
41 Norsk Hydro ASA (Norway) 748 6,611 1,878
42 Talisman Energy Ltd. (Canada) 767 5,400 1,690
43 Romanian National Oil Co. (Romania)2 940 3,550 1,547
44 BG Group PLC (United Kingdom) 432 5,928 1,445
45 BHP Billiton Ltd (Australia) 551 4,867 1,383
46 Petro-Canada (Canada) 950 1,945 1,282
47 Hess Corp. (United States) 832 2,466 1,254
48 Nexen Inc. (Canada) 946 618 1,052
49 Shell Canada Ltd. (Canada) 08 1,400 1,047
50 Canadian Oil Sands Trust (Canada) 1,000 0 1,000

Notes:
1 Ranked in order of 2006 worldwide oil equivalent reserves as in “OGJ 200/100″, Oil & Gas Journal, September 17, 2007.
2 Information from Energy Information Administration Country Analysis Briefings.
3 OPEC member
4 Worldwide Liquids Reserves (Million Barrels)
5 Worldwide Natural Gas Reserves (Billion Cubic Feet)
6 Total Reserves in Oil Equivalent Barrels (Million Barrels)


PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL”


Perkembangan industri kimia saat ini tidak lepas dari kemampuan dan kreativitas para insinyurnya, yang selalu memberikan ide-ide baru sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kecakapan seorang insinyur tentunya tidak diperoleh secara instan, namun perlu dibentuk semenjak duduk di bangku kuliah. Untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas para calon insinyur teknik kimia, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB bekerjasama dengan Program Studi Teknik Kimia ITB mengadakan Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN). LRPTN merupakan sebuah kompetisi rancang pabrik yang mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan isu-isu aktual dalam dunia industri. Sampai sekarang, LRPTN telah berhasil diselenggarakan sebanyak 11 kali sejak tahun 1996.

Pada tahun 1996, LRPTN yang pertama kali diadakan hanya memiliki satu jenis kategori lomba, yaitu kategori perancangan pabrik. Namun semenjak LRPTN IV pada tahun 2000, kompetisi ini mulai dikategorikan menjadi 2, yaitu kategori perancangan pabrik dan problem solving. Kategori perancangan pabrik ini dilombakan dengan pembatasan berdasarkan subtema utama dari LRPTN, sedangkan untuk kategori problem solving dilombakan untuk memfasilitasi ide-ide solutif dan inovatif dari mahasiswa dalam memecahkan masalah nyata yang sedang terjadi dalam suatu pabrik tertentu.
Selanjutnya, LRPTN V yang diselenggarakan pada tahun 2001 sudah memiliki 3 kategori lomba, yaitu 2 kategori lomba perancangan pabrik dan kategori problem solving. “ Format kompetisi LRPTN dengan 3 kategori tersebut dianggap mampu memfasilitasi ide-ide solutif dan inovatif dari mahasiswa sehingga penyelenggaraan LRPTN berikutnya, mulai dari LRPTN VII hingga LRPTN XI mengikuti format yang hampir sama dengan LRPTN V. Banyak pihak memandang LRPTN merupakan suatu kegiatan yang memberi dampak positif bagi perkembangan mahasiswa Teknik Kimia di Indonesia dalam meningkatkan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam melakukan suatu pra rancangan pabrik. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta yang turut bergabung untuk mengikuti LRPTN ini tiap tahunnya.

Penyelenggaraan LRPTN diharapkan dapat menjadi suatu wadah berkarya bagi mahasiswa se-Indonesia dalam lingkup keilmuan Teknik Kimia. Selain itu, LRPTN ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri nasional.


DESKRIPSI TEMA

LRPTN XII 2011 mengusung tema :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL

LRPTN XII diadakan sebagai stepping stone bagi kalangan akademisi dan praktisi Teknik Kimia untuk mencurahkan ide dan pemikiran dalam pengembangan industri kimia yang berbasiskan sumber daya alam Indonesia, untuk meningkatkan ketahanan pada sektor pangan dan energi nasional. Penggunaan frase “sumber daya alam Indonesia” mencerminkan bahwa bahan baku proses yang digunakan dalam perancangan pabrik berasal dari potensi-potensi kekayaan alam yang berasal dari daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum tergali dengan baik sehingga diharapkan dengan adanya LRPTN XII dapat memberikan ide-ide solutif dan inovatif, yang dituangkan dalam bentuk rancangan pabrik. Selanjutnya dihapkan bahwa rancangan pabrik tersebut dapat diaplikasikan secara langsung, sehingga sumber daya alamnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi pada tiap daerah di Indonesia. Pemenuhan pangan dan energi yang telah terjamin diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional.

LRPTN XII diharapkan dapat mencetuskan ide-ide solutif dan inovatif mengenai pemanfaatan sumber daya Indonesia secara optimal tanpa melupakan kearifan lokal sebagai upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional, serta menjadi penggerak bagi perindustrian di Indonesia. Pada akhirnya, LRPTN XII diharapkan dapat menjadi batu pijakan bagi perkembangan industri di Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri.

Pada LRPTN XII, kompetisi ini dibagi dalam tiga kategori sesuai tema yang diusung kali ini, yaitu kategori A, B, dan C sebagai berikut :

Kategori A: Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional.

Potensi kekayaan dan keanekaragaman sumber daya Indonesia sangatlah besar. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity. Dari luas daratan Indonesia yang berkisar 190 juta hektar, sekitar 64 – 69 juta yang sudah dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Lahan sawah berjumlah 7,7 juta hektar, sisanya tegalan 10,6 juta hektar, perkebunan (rakyat dan swasta) 19,6 juta hektar, kayu-kayuan 9,4 juta hektar, dan 12,4 juta hektar masih berupa semak belukar atau alang-alang. Negara Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasionalnya karena Indonesia merupakan negara agraris. Namun, kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengolahannya masih sangat rendah sehingga nilai tambah yang dihasilkannya masih relatif kecil. Pada kategori A, peserta diharapkan untuk merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari daerah di Indonesia yang nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan di daerah sehingga akan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kategori B: Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional.

Indonesia akan mengalami krisis energi karena ketersediaan bahan bakar minyak bumi dan gas alam semakin hari semakin terbatas. Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi juga diperkirakan akan menjadi net importer bahan bakar minyak sekitar 10 tahun yang akan datang. Padahal Indonesia mempunyai potensi dalam mengembangkan energi terbarukan ‎​yang berasal dari sumber daya Indonesia sendiri, misalnya pembangunan industri biodiesel dari minyak nabati. Namun, kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahannya masih sangat rendah sehingga nilai tambah yang dihasilkannya juga masih relatif kecil. Pada kategori B, peserta diharapkan untuk merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari daerah di Indonesia yang nantinya akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi terbarukan di daerah sehingga akan mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori C : Problem Solving

Pada kategori C, peserta lomba diharapkan untuk memberikan ide-ide yang solutif dan inovatif terhadap suatu masalah nyata yang terjadi dalam industri kimia saat ini dengan menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya di pembelajaran Teknik Kimia. Upaya penyelesaian masalah dapat berupa perbaikan peralatan proses, modifikasi proses yang telah ada, atau penambahan peralatan proses dalam suatu unit operasi.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.